Breaking News

Candi Muaro Jambi Terabaikan, Ade Erma Suryani Desak Pemerintah Daerah Perkuat Komitmen Konservasi

 


 Muaro Jambi – Kompleks Situs Sejarah Nasional Candi Muaro Jambi kembali menjadi sorotan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Ade Erma Suryani, mengkritik dinilai belum optimalnya perhatian dan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengelola serta melestarikan salah satu warisan peradaban penting di Indonesia tersebut.


Pernyataan itu disampaikan pada 28 Juli 2026, menyusul evaluasi terhadap efektivitas kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam mengintegrasikan sektor pariwisata sejarah dengan upaya pelestarian cagar budaya.


Menurut Ade, Candi Muaro Jambi tidak semestinya hanya dipandang sebagai destinasi wisata. Kawasan tersebut merupakan bagian penting dari sejarah dan peradaban Nusantara yang membutuhkan perhatian serius, dukungan anggaran yang memadai, serta sinergi lintas sektor.


“Kita dihadapkan pada sebuah ironi. Di satu sisi, Candi Muaro Jambi merupakan kompleks percandian Hindu-Buddha yang sangat luas dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang besar. Kawasan ini memiliki potensi menjadi aset strategis bagi pariwisata dan perekonomian daerah. Namun di sisi lain, perhatian dan langkah konkret pemerintah daerah masih perlu diperkuat,” tegas Ade Erma Suryani.


Ia menilai minimnya langkah afirmatif dari pemerintah daerah berpotensi berdampak terhadap kelestarian situs, aksesibilitas kawasan, hingga kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan cagar budaya.


Karena itu, Ade menegaskan pengelolaan kawasan Candi Muaro Jambi tidak boleh hanya dilakukan melalui pendekatan administratif dan seremonial. Diperlukan kebijakan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.


Sebagai representasi masyarakat di legislatif, Ade mendorong pemerintah daerah melakukan reorientasi kebijakan dengan memprioritaskan anggaran untuk upaya konservasi, mitigasi kerusakan, penguatan infrastruktur pendukung yang ramah lingkungan, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung.


Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, akademisi, komunitas, serta berbagai pihak terkait dalam menjaga kelestarian kawasan.


Menurutnya, pelestarian Candi Muaro Jambi harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan sehingga keberadaan situs tidak hanya memberikan manfaat dari sisi budaya dan sejarah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Langkah korektif ini kami sampaikan bukan sebagai bentuk konfrontasi, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional. Pemerintah daerah harus segera menerjemahkan komitmen pelestarian menjadi aksi nyata yang komprehensif, terukur, dan berkesinambungan demi menjaga kehormatan daerah serta warisan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

0 Comments

© Copyright 2022 - Brandajambi